banner 728x250

Gawat!!! Oknum Karyawan PTPN I Regional I Diduga ‘Sulap’ Lahan HGU Jadi Milik Pribadi

Areal perkebunan sawit di Afdeling 5, Rayon B, Blok 1 Kebun Kwala BIngai, Tanjung Jati Grup yang diduga sengaja tidak direplanting.

Stabat – Beberapa hektar lahan sawit HGU PTPN I Regional I di Afdeling V, Rayon B, Blok 1, Kebun Kwala Bingai, Tnajung Jati Grup, diguda ‘disulap’ menjadi milik pribadi. Areal yang semestinya masuk dalam program replanting dan tapal batas ‘parit gajah’ beberapa waktu lalu, malah terkesan sengaja tak disentuh.

Pantauan awak media, tanaman sawit pada kordinat 3.72832, 98.43535 yang semestinya direplanting, malah masih berdiri kokoh. Di sana juga terlihat tumpukan pupuk kompos yang terletak dekat dengan tanaman palm tersebut.

Menurut keterangan narasumber, areal tersebut sudah dikuasai oleh oknum mantan karyatan PTPN berinisial SF Ginting selama bertahun-tahun. Oknum ini juga bekerjasama dengan warga sekitar, untuk menjaga dan memanen tandan buah segar (TBS) sawit.

“Kenapa tanaman sawit di areal ini tidak direplanting dan masuk dalam parit gajah. Siapapun oknum yang mengawasi pengerjaan itu, harus bertanggungjawab. Ini kan jelas usia tanamnya sama seperti tanaman yang direplanting kemarin,” beber narasumber, sembari meminta hak tolaknya, Selasa (27/10/2026) siang.

Narasumber menambahkan, diduga ada ‘main mata’ antara pengawas dan penanggungjawab program replanting dengan oknum mafia lahan. Sehingga, areal yang diyakini bagian dari HGU PTPN I Regional I ini bisa dikuasai oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

Manajer Bungkam

“Dalam proses pengerjanannya (replanting), Mandor selaku pengawas dan penanggungjawab areal kerjanya pasti pegang peta digital HGU. Kenapa ini dibiarkan? Ini harus ditindak dan diusut tuntas jika terbukti melanggar hukum,” tegas narasumber.

Sementara, Selamet selaku Mandor 1 di areal tersebut terkesan ‘buang badan’ saat dikonfirmasi awak media. Ia mengaku masih baru bertugas di Afdeling dan Blok 1 tersebut.

“Saya selaku mandor 1 masih tergolong baru mutasi ke afdeling ini. Jadi apapun kebijakan yangg kami buat selalu berkomunikasi dengan pimpinan abangda,” beber Selamet.

Mandor ini juga mengaku, atas dasar kebijakan Manajer Kebun Tanjung Jati Tumpak Ringorongo yang memerintahkan hal tersebut. “Manajer Tanjung Jati,” ungkapnya.

Sementara, Tumpak Ringoringo terkesan bungkam terkait persoalan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberi komentar, meski pesan WhatsApp yang dikirim kepadanya sudah dibaca. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *