banner 728x250

Aliansi Mahasiswa Langkat Perubahan Soroti 86 Hari Kerja Kapolres Langkat

Bersama Aliansi Mahasiswa Perubahan Langkat, Marzan menyampaikan aspirasinya di depan Mapolres Langkat.

Stabat – Aliansi Mahasiswa Langkat Perubahan berorasi di Mapolres Langkat, Jum’at (9/10/2026) siang. Dalam aksinya, mereka menyoroti kinerja Kapolres Langkat AKBP Hannry PH Tambunan, khususnya terkait persoalan penegakan hukum dan keamanan di Negeri Bertuah.

Kordinaror aksi Marzan dan Dicky Wahyudi menilai, 86 hari kerja AKBP Hanrry sebagai Kapolres Langkat belum ada perubahan signifikan. Dimana, penanganan berbagai persoalan hukum dan keamanan di wilayah hukum AKBP Hannry belum benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jangan hanya pencitraan, tetapi harus ada hasil kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat. Pergantian Kapolres seharusnya membawa perubahan yang signifikan, bukan sekadar pergantian pejabat tanpa perbaikan yang jelas,” ketus Marzan dan Dicky dalam orasinya.

Menuru Marzan, sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat masih memerlukan penanganan serius. Diantaranya dugaan peredaran narkoba, aktivitas galian C ilegal, dugaan pelanggaran dalam distribusi dan pengangkutan crude palm oil (CPO), aktivitas tempat hiburan malam (THM), serta hotel-hotel yang diduga berkaitan dengan tindak pidana umum.

Persoalan tersebut, semestinya dijawab dan dibuktikan dengan langkat penegakan hukum yang terukur, transparan dan berkelanjutan. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana upaya kepolisian dalam menangani berbagai hal itu.

Jangan Hanya Formalitas

“Bagaimana jika hari ini, mahasiswa dan masyarakat menganggap pergantian Kapolres hanya sebuah formalitas, bukan perbaikan yang nyata. Ini tentu menjadi pertanyaan serius yang harus dijawab melalui kinerja dan tindakan konkret,” tegas mereka.

Massa aksi juga menegaskan, keberhasilan pimpinan kepolisian tidak cukup diukur dari kegiatan seremonial, publikasi, maupun pernyataan komitmen. Tapi diperlukan hasil kerja yang dapat dievaluasi secara objektif. Mulai dari pengungkapan kasus, penindakan terhadap jaringan kejahatan, hingga peningkatan rasa aman di tengah masyarakat.

Soroti Praktik Ilegal

Dugaan peredaran narkoba, juga menjadi salah satu persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Masyarakat berharap, aparat tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap jaringan pemasok dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Selain itu, dugaan aktivitas galian C ilegal, persoalan distribusi CPO, serta pengawasan terhadap THM dan hotel-hotel yang diduga berkaitan dengan tindak pidana umum juga diminta menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Massa aksi mendorong, agar setiap informasi mengenai dugaan pelanggaran ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka juga meminta agar penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.

Evaluasi Kapoldasu

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Sony Irawan diharapkan mengevaluasi kinerja Kapolres Langkat. Ttermasuk menelaah berbagai kritik dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa serta masyarakat.

“Besar harapan kami agar persoalan ini menjadi atensi Kapolda Sumatera Utara yang baru. Kami berharap, ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polres Langkat. Sehingga, masyarakat dapat melihat perubahan yang nyata dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan,” tergas Marzan.

Kritik yang disampaikan tersebut, merupakan bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum dan situasi keamanan di Kabupaten Langkat. Evaluasi diharapkan menjadi masukan bagi institusi kepolisian untuk meningkatkan kinerja, memperkuat kepercayaan publik, dan memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara serius. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *